RECENT UPDATES

Thursday, January 15, 2015

CARA MENGEATAHUI SHUTTER COUNT PADA KAMERA DSLR

CARA MENGEATAHUI SHUTTER COUNT PADA KAMERA DSLR

CARA MENGEATAHUI SHUTTER COUNT PADA KAMERA DSLR - Shutter count adalah jumlah total berapa kali shutter dikamera anda telah di pencet sehingga menghasilkan satu foto. Buat apa kita tahu jumlah shutter count kamera? beberapa keuntungan kita mengetahui shutter count kamera :
 

Kita tahu kira-kira sampai kapan kamera kita masih bisa berkerja dengan baik. Shutter count kamera sama halnya dengan hitungan berapa kilometer mobil/motor anda telah berjalan. Kerja mekanis kamera, seperti barang lainya, juga memiliki keterbatasan usia, sehingga ketika mencapai shutter count tertentu besar kemungkinan mekanisme fungsi kerja kamera akan terganggu (rusak). Sekedar tambahan singkat: saat kita memencet shutter, maka beberapa fungsi mekanis akan bekerja didalam kamera sampai kamera bisa menghasilkan foto. Fungsi mekanis ini tersusun atas beberapa komponen yang cukup ringkih dan tentunya memiliki batasan umur pakai. Standar kamera SLR yang baik adalah mencapai shutter count sekitar 100 ribu, jadi secara total kita bisa menghasilkan 100 ribu foto dari satu kamera SLR tanpa kamera mengalami kerusakan mekanis. Bahkan beberapa kamera kelas atas meng-klaim bisa mencapai 200 ribu shutter count tanpa mengalami kerusakan mekanis.
 

Sangat berguna saat kita akan membeli kamera bekas. Membeli kamera bekas adalah tindakan beresiko (makanya harganya jauh lebih murah), namun dengan mengetahui jumlah shutter count kamera yang akan kita beli, paling tidak kita telah meminimalkan resiko karena kita jadi memiliki ancang-ancang sampai kapankah kamera bekas yang akan dibeli bisa bekerja dengan baik, sehingga saat kita bisa menawar harga kamera bekas dengan lebih teliti.

Cara Mengetahui Shutter Count
Lantas bagaimana kita sebagai pengguna awam bisa mengetahui berapa shutter count kamera kita? Ada beberapa alternatif, saya pilihkan beberapa yang paling gampang.
 

  • Gunakan EXIF viewer online. Gratis, gampang dan mudah. Dengan cara ini, anda tinggal mengupload foto sampel dari kamera yang ingin anda ketahui shutter count-nya, lalu program akan menghitung secara otomatis berapa shutter count kamera anda.
  • klik choose file
CARA MENGEATAHUI SHUTTER COUNT PADA KAMERA DSLR 
  • tunggu sebentar agar program bekerja
  • lalu akan muncul sederetan data EXIF
  • untuk mengetahui shutter count, tarik scroll bar sedikit kebawah, lalu lihat data yang seperti ini :
CARA MENGEATAHUI SHUTTER COUNT PADA KAMERA DSLR 
  • shutter count kamera saya adalah (dalam contoh diatas) : 26464, berarti kamera saya telah dipencet sebanyak -dua puluh enam ribu empat ratus enampuluh empat- kali saat menghasilkan foto ini.
Download program exif viewer. Kita bisa mendownload beberapa program khusus yang memang kegunaannya untuk melihat data EXIF. Beberapa diantaranya:
  • EOS info, program ini sangat akurat untuk mengetahui shutter count kamera SLR Canon (EOS), hanya bekerja di Windows.
  • Opanda exit viewer, program khusus exif viewer untuk Windows
  • Jika menggunakan Mac, anda bisa mendownload iexifer (harga Rp. 30 ribu) lewat Mac App Store atau untuk program gratisan, gunakan simple exif viewer.
Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

Tuesday, January 13, 2015

MENGENAL EXIF DATA

MENGENAL EXIF DATA

MENGENAL EXIF DATA - Pada dasarnya metadata adalah istilah dalam dunia teknologi informasi, yang kurang lebih berarti data yang merekam informasi penting mengenai sebuah file. Sementara EXIF sendiri adalah metadata yang khusus dipakai dalam dunia fotografi digital. EXIF menyimpan banyak informasi detail tentang sebuah file foto digital. EXIF adalah sebuah singkatan yang kepanjanganannya Exchangeable Image Format.

Dengan melihat EXIF data sebuah foto, paling tidak kita bisa mengetahui informasi berikut ini:
  • tanggal dan jam berapa foto dibuat.
  • apa merk dan tipe kamera yang dipakai.
  • apa jenis lensa yang dipakai.
  • berapa focal length-nya.
  • data eksposur, seperti : berapa shutter speed-nya, aperture-nya, berapa ISO-nya.
  • apakah flash dipakai atau tidak.
  • dan kalau anda memakai kamera yang dilengkapi GPS, EXIF juga merekam posisi dimana foto diambil.

Cara melihat data EXIF dari sebuah foto
Kalau anda ingin mengetahui data EXIF sebuah foto, bukalah sebuah foto di komputer anda, lalu :
  • jika anda di Windows Explorer, klik kanan foto anda lalu klik properties.
  • jika anda di Mac (Finder), klik kanan lalu klik more info.
Kenapa harus mengetahui data EXIF foto tersebut
Bisa melihat data EXIF foto yang kita hasilkan memiliki banyak kegunaan, beberapa diantaranya:
  • kita bisa membandingkan dua buah foto yang diambil dengan settingan yang berbeda, kemudian melihat perbedaan hasilnya sehingga kita bisa tahu mana setting yang lebih baik untuk kondisi pemotretan tertentu.
  • kita bisa mengelompokkan foto berdasarkan jenis lensanya, tanggal pemotretannya atau berdasarkan.
  • kita bisa belajar dari karya fotografer lain.

Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

MEMAHAMI TENTANG TOMBOL DEPTH OF FIELD PREVIEW PADA KAMERA DSLR

MEMAHAMI TENTANG TOMBOL DEPTH OF FIELD PREVIEW PADA KAMERA DSLR

MEMAHAMI TENTANG TOMBOL DEPTH OF FIELD PREVIEW PADA KAMERA DSLR - Saat kita memotret dengan menggunakan kamera DSLR dan memiliki lensa dengan bukaan maksimum yang besar, tentu kita ingin menggunakannya di settingan maksimum tersebut. Sayangnya, saat menggunakan bukaan maksimal misalnya f/2.8 atau f/1.8 sehingga kita memiliki depth of field yang sempit, viewfinder tidak bisa memberi kita gambaran bagaimana background yang menjadi blur (bokeh) akan tampak di hasil akhir foto.

Untungnya produsen kamera DSLR memberi fasilitas bernama depth of field preview. Tombol ini biasanya berlokasi dibagian depan kamera dan posisinya disebelah lensa. Di Canon atau Nikon sebagai contoh di Canon EOS 60D dan Nikon D7000, tombol ini lokasinya didepan kamera disebelah mounting lensa. Dalam gambar diatas, lingkaran hijau adalah lokasi tombol depth of field preview di Canon EOS 60D.



Cara menggunakannya adalah, dalam setting aperture lebar (f/1.4, f/1.8, f/2, f/2.8 dll), pencet dan tahan tombol tersebut sambil mata mengintip di viewfinder. Maka tampilan di viewfinder akan mendekati hasil akhir foto nantinya dimana bidang tajam terlihat sementara area diluar bidang tajam menjadi blur. Selamat mencoba !

MEMAHAMI TENTANG EXPOSURE

MEMAHAMI TENTANG EXPOSURE

MEMAHAMI TENTANG EXPOSURE - Seringkali setelah membeli kamera digital baik slr maupun point & shoot, kita terpaku pada mode auto untuk waktu yang cukup lama. Mode auto memang paling mudah dan cepat, namun tidak memberikan kepuasan kreatifitas.

Bagi yang ingin “lulus dan naik kelas” dari mode auto serta ingin meyalurkan jiwa kreatif kedalam foto-foto yang dihasilkan, ada baiknya kita pahami konsep eksposur. Fotografer yang bernama, Bryan Peterson, telah menulis sebuah buku berjudul Understanding Exposure yang didalamnya diterangkan konsep eskposur secara mudah.



Peterson member ilustrasi tentang tiga elemen yang harus diketahui untuk memahami eksposur, dia menamai hubungan ketiganya sebagai sebuah Segitiga Fotografi. Setiap elemen dalam segitiga fotografi ini berhubungan dengan cahaya, bagaimana cahaya masuk dan berinteraksi dengan kamera.

Tiga elemen tersebut adalah

  1. ISO-ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya. 
  2. Aperture-seberapa besar lensa terbuka saat foto diambil.
  3. Shutter Speed-rentang waktu “jendela” didepan sensor kamera terbuka.
Interaksi ketiga elemen inilah yang disebut exposure. Perubahan dalam salah satu elemen akan mengakibatkan perubahan dalam elemen lainnya.

Perumpamaan segitiga exposure
Mungkin jalan yang paling mudah dalam memahami eksposur adalah dengan memberikan sebuah perumpamaan. Dalam hal ini saya menyukai perumpamaan segitiga eksposur seperti halnya sebuah keran air.

  • Shutter speed bagi saya adalah berapa lama kita membuka keran.
  • Aperture adalah seberapa lebar kita membuka keran.
  • ISO adalah kuatnya dorongan air dari PDAM.
  • Sementara air yang mengalir melalui keran tersebut adalah cahaya yang diterima sensor kamera.
Tentu bukan perumpamaan yang sempurna, tapi paling tidak kita mendapat ide dasarnya. sebagaimana anda lihat, kalau exposure adalah jumlah air yang keluar dari keran, berarti kita bisa mengubah nilai exposure dengan mengubah salah satu atau kombinasi ketiga elemen penyusunnya. Anda mengubah shutter speed, berarti mengubah berapa lama keran air terbuka. Mengubah Aperture berarti mengubah seberapa besar debit airnya, sementara mengubah seberapa kuat dorongan air dari sumbernya.

 Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

CARA MENYIMPAN LENSA DAN KAMERA DENGAN AMAN

CARA MENYIMPAN LENSA DAN KAMERA DENGAN AMAN

CARA MENYIMPAN LENSA DAN KAMERA DENGAN AMAN­-Kita hidup didaerah tropis, yang artinya kelembapan cukup tinggi tepatnya diatas 70%, belum lagi pada saat musim hujan angka itu akan naik. Menyimpan kamera dan lensa dalam waktu lama saat tidak dipakai membutuhkan strategi dan penyimpanan khusus untuk memerangi kelembapan.

Kelembapan yang tinggi dan terus-menerus bisa merusak komponen elektronis serta sensor kamera, sementara jamur bisa tumbuh dan berkembang di optik lensa. Sekali jamur tumbuh, kualitas optik bisa terpengaruh dan kita harus repot membersihkannya. Kalau jamurnya nempel di permukaan luar sih masig gampang, kalau tumbuhnya didalam elemen lensa dibagian dalam kita akan sangat kerepotan, biaya membersihkan lensa berkisar antara Rp 250 ribu sampai Rp. 750 ribu, tergantung kesulitan dan tempat servisnya.



Kamera dan lensa memiliki komponen mekanis yang perlu bergerak dengan lancar, tahukah anda didalam lensa atau kamera juga dikasih oli supaya gerakan mekanis lancar dan tidak seret ? Nah kalau anda menempatkan kamera dan lensa di area yang sangat kering atau kelembapan terlalu rendah maka ini beresiko fungsi mekanis bisa seret dan terganggu.

Angka kelembapan ideal pada lensa kamera DSLR
Angka sekitar 40 – 50 % RH (relative humidity, kelembapan relatif) adalah ideal bagi kamera dan lensa menurut berbagai artikel. Aturan paling aman adalah cek di manual lensa dan kamera anda, cari kata-kata ideal operating range, lalu cek rentang kelembapan yang disarankan. Nah untuk penyimpanan jangka panjang, bagi angka tadi dengan angka dua. Sebagai contoh, angka operating humidity ideal untuk Canon 5D Mark II adalah 85% atau lebih rendah. Maka penyimpanan ideal adalah sekitar 35 sampai 45%.

Cara menyimpan lensa dan kamera dengan baik
Berikut beberapa cara menyimpan lensa dan kamera dengan baik dan untuk menjaga dengan optimal kondisi lensa dan kamera tersebut :




Belilah Dry Cabinet atau Dry Box Khusus
dry cabinet adalah lemari khusus yang dirancang untuk menyimpan barang-barang elektronis sepperti foto diatas. Anda bisa membelinya di toko kamera atau toko alat rumah tangga yang besar. Tergantung spesifikasi, kita bisa menyetel angka kelembapan dalam ruang penyimpanan sesuai yang diinginkan. Harga dry cabinet termurah adalah sekitar Rp. 1 Juta.


Silica Gel dan Kotak Kedap Udara
Untuk alternatif murah anda bisa menggunakan kotak kedap udara yang biasa dipakai untuk menyimpan dan menaruh beberapa saset (kantong) silica gel. Anda juga bisa membeli silica gel khusus yang dilengkapi indikator warna untuk mengetahui kandungan air dalam gel seperti dalam foto dibawah. Saat silica gel didalam kotak sudah jenuh dengan air, anda bisa mencolokkannya ke listrik untuk mengeringkan kembali. Harga kotak silica gel ini dibawah Rp 200 ribu.

Saya sarankan tidak membeli kotak penyimpanan kamera yang dilengkapi elemen pemanas, resiko elemen menjadi terlalu panas cukup besar. Saat pemanas menjadi terlalu panas, sensor didalam kamera bisa terkena getahnya.






MEMAHAMI TENTANG WHITE BALANCE

MEMAHAMI TENTANG WHITE BALANCE

MEMAHAMI TENTANG WHITE BALANCE - White balance adalah aspek penting dalam dunia fotografi dan berpengaruh pada hasil akhir foto. Alasan kenapa kita perlu memahami white balance adalah karena kita ingin warna foto kita seakurat mungkin. Jadi, white balance berpengaruh terhadap warna foto.

Alasan kenapa kamera memerlukan setting white balance adalah karena kita memotret dalam kondisi pencahayaan yang berubah-rubah. Mata telanjang kita adalah alat yang super canggih dan mampu beradaptasi (menyeimbangkan) terhadap perubahan warna cahaya, jadi kertas putih dimanapun akan tampak putih bagi kita. Namun kamera tidaklah secanggih mata, karena itu kertas putih belum tentu terlihat putih bagi kamera dalam warna pencahayaan yang berbeda.



Jadi tujuan setting white balance adalah memerintahkan kamera agar mengenali temperatur sumber cahaya yang ada. Supaya yang putih terlihat putih, merah terlihat merah dan hijau terlihat hijau, atau dengan kata lain agar kamera merekam warna obyek secara akurat dalam kondisi pencahaayan apapun.

Cara setting white balance secara manual
Beberapa kamera, terutama SLR dan PROSUMMER, menyediakan fasilitas setting white balance manual. Setting manual adalah cara paling akurat jika kita bingung dengan temperatur warna sumber cahaya kita. Ini biasanya terjadi dalam pemotretan dengan sumber pencahayaan yang lebih kompleks (lebih dari satu jenis temperatur warna).

Kita bisa memanfaatkan kertas putih untuk tujuan ini. Ulasan kami ini membahas lebih detail cara setting manual white balance menggunakan kertas atau tembok putih.

White balance preset
Anda juga bsa menggunakan preset di kamera anda kalau ada.
  • Auto-kamera akan menebak temperatur warna berdasar program yang ditanam dari sananya oleh pembuat kamera. Anda bisa menggunakannya pada kebanyakan situasi, namun tidak disetiap situasi (misal : memotret saat sunset/sunrise)
  • Tungsten- disimbolkan dengan ikon bohlam. Karena itu cocok digunakan saat anda memotret di ruangan dengan sumber cahaya bohlam.
  • Fluorescent-disimbolkan dengan ikon lampu neon, gunakan saat memotret di ruangan dengan pencahayaan lampu neon.
  • Daylight-biasanya dengan simbol matahari, gunakan saat berada di bawah sinar matahari.
  • Cloudy-disimbolkan dengan awan, gunakan saat memotret di cuaca mendung
  • Flash-simbolnya kilat, jika anda menggunakan lampu flash (strobe) gunakan preset ini.
  • Shade- biasanya simbolnya rumah atau pohon, gunakan saat memotret dalam rumah (siang hari) atau anda berada di daerah bayanga- bukan sinar matahri langsung.

Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY
 
Copyright © 2014 Banjar Art Photography
Design by FBTemplates | BTT