RECENT UPDATES

Friday, January 16, 2015

MENGETAHUI TIPE LENSA KAMERA DSLR

MENGETAHUI TIPE LENSA KAMERA DSLR

MENGETAHUI TIPE LENSA KAMERA DSLR - Perlu diingat juga bahwa setiap fotografer memiliki gaya foto yang berbeda, mereka memiliki karakter memotret tersendiri, dan itu bisa menjadi kerumitan tersendiri ketika menjawab pertanyaan "Lensa apa yang tepat"

Dibawah ini adalah sedikit tulisan yang mengulas macam-macam jenis lensa yang ditawarkan di pasar kamera DSLR oleh para produsen kamera. Kami tidak akan membahas sebuah lensa secara detail, tetapi akan sedikit memberikan pengantar singkat terhadap istilah serta jenis lensa yang ada di pasar DSLR yang bisa menjadi pertimbangan ketika Sobat terjun berburu lensa DSLR.



Perlu diingat bahwa kebanyakan kamera DSLR yang berdar tidak semuanya kamera full-frame, sensor yang dimiliki pada umumnya berukuran lebih kecil dibandingkan kamera full-frame dan itu berarti hasil lensa tidak berdampak sama seperti pada full-frame atau pada kamera film.

Tipe lensa kamera DLSR­ 

  • Lensa Standard-Ini adalah istilah yang perlahan-lahan sedikit menghilang dari terminologi dunia fotografi. Digunakan untuk mendeskripsikan lensa dengan range 50mm, karena lensa ini biasanya sudah terpasang pada kamera kamera film.
  • Lensa Kit-Saat ini kebanyakan lensa sudah menjadi satu paket dengan kamera DSLR yang dijual, dan biasanya lensa ini di kenal sebagai lensa kit. Lensa ini kebanyakan adalah lensa zoom, dan secara fungsional dikenal sebagai lensa multi-purpose yang memang didesain untuk kepentingan memotret sehari-hari. Fotografer profesional kebanyakan selalu membeli body kamera dan mengupgrade lensa sesuai dengan kebutuhan mereka.
  • Lensa Prime / Lensa Fix-Lensa Fix merupakan sebuah lensa yang hanya memiliki satu Focal-Length. Terkadang lensa ini menjadi lensa yang kurang populer dimana para fotografer merasa nyamana dengan lensa yang memiliki range Focal-Length di tangan mereka (lihat ulasan lensa zoom dibawah), tetapi bagaimanapun juga lensa fix layak unutk dipertimbangkan. Lensa zoom memang memiliki keuntukngan pada kualitas yang mereka tawarkan, tetapi lensa fix juga dikenal dengan kualitas gambar serta kecepatan. Ketika kebanyakan orang nyaman dengan lensa zoom, kebalikannya Saya lebih menikmati tantangan dalam menggunakan lensa fix, dan mereka membawa sesuatu dalam dunia fotografi saya, dan biasanya saya akan merasa sedikit malas ketika lensa zoom terpasang.
  • Lensa Zoom / Tele-Lensa zoom merupakan lensa DSLR yang paling populer saat ini, hadir dengan konfigurasi range focal length serta tingkatan kualitas. Keuntungan yang paling terlihat dengan menggunakan lensa ini adalah, Sobat tidak perlu mendekat ke subyek untuk mendapatkan framming yang lebih ketat. Lensa ini bisa memberikan range pendek atau cukup panjang. Hal yang perlu diingat ketika membeli kamera ini adalah, semakin panjang focal-length maka akan semakin berdampak pada camera-shake. Kamera dengan focal length yang jauh seperti (300mm) telah difasilitasi dengan Image Stabilisation (IS) untuk mengurangi camera-shake.
  • Lensa Makro-Lensa-lensa ini didesain khusus untuk memotret obyek secara close-up. banyak kamera DSLR yang dilengkapi dengan pengaturan 'makro', tetapi menggunakan lensa makro yang sebenarnya akan menghasilkan foto lebih hidup dan memungkinkan Sobat untuk memotret dengan ukuran yang sangat dekat pada obyek.
  • Lensa Wide-seperti namanya, lensa ini mememungkinkan penggunanya untuk memotret dan mendapatkan prespektif yang sangat luas. Lensa wide biasnya digunakan pada pemotretan landscape. Lensa wide hadir dengan focal length seperti lensa fix dan lensa zoom, walaupun hanya memiliki sedikit range pada focal-lengthnya. Perhatikan bahwa banyak lensa wide sedikit banyaknya terkadang memberikan efek 'distort' pada hasil foto, terutama pada tepian foto dengan bentuk yang sedikit melengkung. Bagi beberapa orang bisa menjadi efek yang bagus, tetapi terkadang juga berarti efek yang tidak diinginkan.
  • Lensa “Fish-Eye”' merupakan lensa 'extreme' dari lensa wide, dimana lensa ini didesain khusus untuk memberikan efek 'distort' lengkung pada hasil foto Anda, tetapi sekali lagi hal tersebut tergantung pada gaya serta style seorang fotografer.

Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

TRIK CARA MENGHINDARI BLOW-OUT YANG DI AKIBATKAN OLEH FLASH

TRIK CARA MENGHINDARI BLOW-OUT YANG DI AKIBATKAN OLEH FLASH

TRIK CARA MENGHINDARI BLOW-OUT YANG DI AKIBATKAN OLEH FLASH
- Sobat pemakai kamera Point and Shoot atau kamera saku ? Apakah sobat pernah mengalami kesulitan pada saat menggunakan Flash Built In yang ada di kamera ? Apakah foto-foto yang kalian hasilkan “Blow-out” dan kalian merasa flash terasa terlalu kuat sehingga obyek menjadi over ? Apa yang harus dilakukan ketika mendapati situasi seperti ini ?

Ketika kami coba berkunjung di situs share image seperti flickr, memang banyak yang mangalami kondisi seperti ini (blow-out), dan memang kebanyakan foto-foto tersebut dihasilkan dengan menggunakan kamera saku atau Point and Shoot. Kenapa kamera saku? karena memang Flash Built in pada kamera saku memiliki fitur kendali yang minim, baik pada power flash atau kekuatan cahaya flash dan pengaturan arah cahaya. Berbeda dengan flash external pada kamera DSLR yang bisa diarahkan sesuai dengan keinginan kita. Berikut ini adalah beberapa tips menggunakan Flash built in pada kamera point and shoot atau DSLR yang bisa kalian lakukan :



ANGGAP FLASH BUILT IN KALIAN SEBAGAI SUMBER CAHAYA SEKUNDER
Selalu posisikan flash sebagai sumber cahaya sekunder, tentu pada saat memotret pasti ada ambient light bukan? Ambient light adalah cahaya yang ada di tempet pemotretan, seperti cahaya lampu, cahaya matahari dan lain-lain. Ambient light penting sekali bagi foto kalian, mengingat cahaya tersebut merupakan cahaya alami yang ada di lokasi pemotretan. Gunakan flash sebagai sumber cahaya pendukung dan jangan pernah gunakan sebagai sumber cahaya utama, dan jika Sobat menggunakan flash sebagai sumber cahaya utama maka akan terlihat cahaya yang ada di dalam foto adalah artificial (cahaya buatan). Usahakan sebisa mungkin untuk tetap mempertahankan ambient light atau cahaya sekitar.
 

Mundur satu atau dua langkah
Cara yang paling sederhana untuk mengurangi dampak dari cahaya yang berasal dari flash, adalah dengan memperbesar jarak antara kalian dan subyek foto. Pada artikel-artikel sebelumnya, kami memang selalu menyarankan untuk mendekat pada obyek foto, tetapi pada kasus ini jika kalian terlalu dekat maka obyek akan terasa terlalu terang karena dihantam oleh cahaya flash yang berasal dari kamera. Banyak foto-foto 'blow-out' dikarenakan jarak pemotret terlalu dekat dengan obyek foto.

Mundur beberapa langkah bukan lalu berarti Sobat tidak bisa mengisi frame foto kalian. Sobat toh masih bisa menggunakan fitur zoom yang ada di kamera tersebut (tentu akan berpotensi mengakibatkan camera shake), atau Sobat bisa melakukan cropping pada saat membuka foto tersebut di komputer rumah.

Gunakan Diffuser
Difuserr bisa berfungsi membatasi jumlah cahaya serta menyebarkannya. Gunakan difusser jika kalian tidak memiliki kendali pada kekuatan cahaya flash. Ini akan mudah dilakukan jika menggunakan unit flash external karena memang sudah ada produk-produk difuser yang sudah digunakan, tetapi bagaimana jika pada kamera point and shoot? Sobat harus lebih kreatif dan mencari solusi sendiri.

Cara paling sederhana dan mudah adalah dengan mencari bahan sedikit buram, kemudian tempatkan di depan flash. Sebagai contoh sobat bisa menggunakan kertas tissue dengan sedikit perekat selotip di depan flash. Warna dari material yang digunakan untuk difuser juga akan memberikan dampak pada warna cahaya yang keluar. Tissue atau kertas yang berwarna putih akan lebih menghasilkan warna yang natural dibandingkan warna merah atau biru.

Belokkan cahaya Flash
Strategi lain adalah membelokkan atau memantulkan cahaya flash ke permukaan lain. Penggunaan external flash tentu akan lebih mudah karena memang didesain sedemikian rupa. Flash pada kamera point and shoot tentu tidak demikian, kita tidak bisa seenaknya merubah arah flash, tetapi beberapa trik masih bisa kita lakukan. Contoh: gunakan potongan kecil white card dan tempatkan di depan flash dengan suduh tertentu, sehingga cahaya flash bisa dibelokkan ke arah langit-langit atau bahkan sisi samping dinding ruangan.

Trik ini memerlukan beberapa uji coba untuk mendapatkan sudut pantulan yang tepat dan hasilnya tentu akan beragam tergantung situasi pemotretan, jarak kalian ke subyek, tinggi langit-langit, berapa intensitas ambient light dan lain-lain. Sekali lagi warna dari kertas atau kartu yang kalian gunakan serta langit-langit akan memberikan dampak pada warna hasil foto kalian.

Mode Night/Malam
Kamera saku atau point and shoot kebanyakan telah dilengkapi dengan mode pemotretan malam. Mode ini biasanya menginstruksikan ke kamera untuk menggunakan “slow sync flash”. InFotografi telah membahasnya di artikel: Apa itu Slow Sync Flah ? Intinya adalah kita bisa memotret dengan shutter speed lambat dengan masih menggunakan flash. Fitur ini memungkinkan kalian untuk mendapatkan ambient light tetapi tetap membekukan pergerakan dengan menggunakan flash.
 

Kurangi kekuatan cahaya flash.
Beberapa kamera point and shoot atau kamera saku memiliki kemampuan atau fitur untuk menginstruksikan kepada kamera berapa banyak cahaya flash yang digunakan. Periksa buku manual kamera digital kalian apakah kalian memiliki fitur tersebut pada kamera. Coba turunkan sebanyak satu atau dua stop dan lihat bagaimana dampaknya pada foto kalian. Lakukan sedikit eksperimen untuk mendapatkan cahaya yang natural.

Tambahkan cahaya
Mungkin akan susah dilakukan jika kalian berada di dalam sebuah pesta yang kondisinya remang-remang, tetapi dengan menyalakan semua lampu di dalam ruangan pasti akan membantu menghasilkan foto yang lebih bagus, atau cara lain yang bisa dilakukan adalah mengarahkan atau meminta seseorang untuk dipotret dekat dengan sumber cahaya.

ISO, Shutter Speed dan Aperture
Cara terakhir untuk mengurangi dampak yang dimiliki oleh flash adalah pengaturan exposure, terutama pada ISO, Shutter Speed dan Aperture. InFotografi telah banyak mengulas tentang ketiga elemen tersebut berikut ini ulasan singkatnya :

  • ISO-menaikan pengaturan ISO berarti Sobat meningkatkan kesensitifan kamera terhadap cahaya. Hal ini bearti ambient light yang ada di dalam ruangan akan mudah terekam dan peran cahaya flash akan berkurang. Ingat juga bahwa dengan menaikkan pengaturan ISO maka kalian juga akan meningkatkan potensi adanya Grain atau Noise.
  • Aperture-Menaikkan pengaturan aperture berarti memperlebar ukuran lubang di dalam kamera dan membiarkan lebih banyak cahaya masuk ke dalam kamera, jadi memperlebar aperture (menurunkan bilangan f) layak untuk di buat uji coba. Ingat bahwa hal ini juga berarti kalian menurunkan tingkat ruang tajam (Depth of Field) dimana tidak semua area dalam frame kalian akan terfokus.
  • Shutter Speed-Memperpanjang waktu untuk shutter terbukan berarti memperbanyak cahaya yang masuk kedalam sensor gambar. Cobalah bereksperimen dengan Shutter Speed. Ingat bahwa jika terdapat pergerakan pada saat memotret maka jika menggunakan shutter speed lama akan menghasilkan blur.
Tidak semua kamera digital point of shoot memiliki fitur pengaturan ini. periksa kembali buku manual kalian, periksa juga apakah kamera mendukung mode aperture dan sutter piorrity, biasanya kami selalu memulai dengan meningkatkan pengaturan ISO dan kemudian memilih Aperture yang lebih lebar sebelum bermain dengan Shutter Speed.

Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

Thursday, January 15, 2015

TRIK CARA MEMOTRET LOW LIGHT TANPA FLASH

TRIK CARA MEMOTRET LOW LIGHT TANPA FLASH

TRIK CARA MEMOTRET LOW LIGHT TANPA FLASH - Fotografi akan terasa mudah jika terdapat cukup cahaya dan kondisi yang ideal, tetapi seperti yang banyak kita bahas sebelumnya bahwa kondisi pencahayaan dalam fotografi digtial tidak selalu seperti yang kita harapkan. Dalam dunia fotografi digital kita bekerja dengan cahaya, sama seperti kita bekerja dengan orang lain.

Seorang sobat in fotografi pernah bertanya tentang bagaimana dia bisa memotret acara pernikahan temannya, tetapi dia tidak diperbolehkan menggunakan flash. Alasannya sederhana, cahaya flash menurut mereka akan mengurangi khidmadnya upacara pengucapan ijab kabul atau sumpah. Pada intinya dia mempertanyakan bagaimana menghasilkan foto yang bagus tanpa menggunakan flash pada kondisi rendah cahaya atau low-light. Menurut kami itu adalah pertanyaan yang bagus sekali, dan tentu semuanya mungkin dalam dunia fotografi digital.



Flash merupakan solusi terbaik padafotografi low light, tetapi masalahnya tidak semua situasi memungkinkan untuk penggunaan flash. Tidak hanya akan mengganggu konsentrasi jalannya acara, tetapi juga flash akan mengakibatkan hasil foto kalian terasa datar atau flat. Hal tersebut kemungkinan besar terjadi jika Sobat menggunakan flash built-in bawaan dari kamera digital. Flash built-in (flash pada umumnya) berarti memberikan pencahayaan pada subyek dari arah depan.

Hal tersebut tentu bisa dihindari dengan beberapa cara, tergantung dari subyek serta bagaimana karakter cahaya. Pelajari bagaimana melihat jatuhnya cahaya di sekitar, sehingga Sobat bisa mengerti apakah penggunaan flash bisa bekerja dengan baik atau tidak. Caya yang baik untuk menghadapi masalah pencahayaan rendah atau low-light adalah dengan menggunakan pengaturan iso tinggi. Iso adalah tingkat kesensitifan sensor terhadap cahaya.

Kekhawatiran ketika menggunakan ISO tinggi adalah noise, jika kalian merasa pengaturan ISO sudah sempurna tetapi belum tentu sempurna untuk noise yang akan diakibatkannya. Dalam era fotografi digital Sobat bisa mengurangi tingkat NOISE yang ada pada sebuah foto dengan menggunakan perangkat lunak. Saat ini terdapat Dua software menurut kami yang bagus untuk Noise Reduction, yaitu: "Noise Ninja" atau "Neat Image". Jika Sobat tidak menaikkan pengaturan ISO serta tidak memiliki tripod, maka kemungkinan besar kalian akan menghadapi masalah 'camera shake'. Cobalah untuk menaikkan ISO, dan kalian akan mengerti kenapa NOISE itu lebih baik daripada 'camera shake'. Dalam dunia fotografi digital NOISE akan selalu menjadi satu hal yang perlu dipertimbangkan.

Salah satu keuntungan kita dalam era fotografi digital adalah, ISO tinggi memudahkan kita memotret pada kondisi rendah cahaya. Pada era fotografi film, kalian harus mengganti rol film yang memiliki ISO atau ASA yang lebih tinggi, benar-benar mempermudah kita bukan? Ini merupakan keuntungan yang bisa kita manfaatkan sebagai seorang fotografer digital.

Contoh yang lain adalah ketika kita memotret di dalam ruangan, seperti sebuah pidato sambutan, atau konser musik klasik. Flash kemungkinan besar tidak akan diperbolehkan pada situasi seperti ini, jadi bagaimana kita mengatasinya? Rubah ISO kalian ke pengaturan yang lebih tinggi, jika kalian menggunakan "Auto ISO" pada kamera digital kalian, maka kamera akan mendeteksi penggunaan ISO tinggi yang diperlukan. Sobat tentu bisa mengatur ISO secara manual, bertambahnya tingkat sensitifitas terhadap cahaya akan memperbesar peluang untuk mendapatkan exposure yang pas untuk kondisi rendah cahaya. Sobat bisa memutuskan untuk lebih meninggikan pengaturan ISO dan memilih shutter speed lebih cepat, jika masih mengalami camera shake serta tidak memiliki tripod.

Cara lain yang bisa dilakukan pada kondisi rendah cahaya adalah dengan menggunakan Lensa Cepat (Fast-Lens), tetapi tentu akan menguras kantong seorang fotografer pemula bukan? Berikut ini merupakan Tips yang bisa Sobat lakukan jika tidak memiliki Fast-lens, Tripod serta larangan penggunaan flash :
  1. Tinggikan ISO seperlunya. 
  2. Memotret menggunakan Format RAW
  3. Gunakan Aperture Priority dengan f-stop paling rendah, fash-lens biasanya memiliki f-stop terendah f1/8 atau bisa lebih rendah lagi.
  4. Jika hal diatas masih menghasilkan shutter speed yang terlalu rendah untuk dipegang, maka kalian bisa menurunkan exposure compensation sebanyak satu stop, itu akan meningkatkan shutter, dan kemudian rubah expsosurenya di post-produksi (gunakan format RAW).
  5. Sobat bisa menggunakan software Noise Reduction, untuk mengurangi grain serta noise.
Seperti yang dituliskan diatas, bahwa “Fast-Lens” akan terasa sangat mahal bagi ukuran fotografer pemula, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba menggunakan lensa frime seperti Canon 50mm f1.8 atau Nikon 50mm f1.8. Cobalah dan rasakan bedanya. Bedanya mungkin ada pada zooming, untuk itu gunakan kaki kalian sebagai pengganti Zooming.

Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

TIPS & TRIK CARA MEMOTRET DI PANTAI

TIPS & TRIK CARA MEMOTRET DI PANTAI

TIPS & TRIK CARA MEMOTRET DI PANTAI - Bergembiralah kawan yang memiliki pantai indah di kota atau daerah kalian. Kebanyakan orang selalu menganggap pantai memiliki daya tarik tersendiri untuk melepas penat, berekreasi bersama keluarga, atau bahkan sebagai tempat jogging. Alasan utama tentu karena pemandangan alam yang memikat, warna biru yang mencerminkan kebebasan, dan cahaya yang menarik perhatian. Kami yakin, ketika mencari tempat hunting pasti tebersit di benak sobat untuk mempertimbangkan pantai sebagai tempat tujuan. Pantai selalu menawarkan peluang fotografi yang bagus, tetapi sama dengan tempat-tempat hunting lainnya, pantai juga memiliki tingkat kesulitan serta tantangan tersendiri bagi seorang fotografer. Cahaya yang kuat bisa saja merusak kamera, itu juga salah satu alasan kenapa ada filter UV bukan ?

Salah satu pertimbangan yang cukup penting dalam memotret di area pantai tentu saja adalah cuaca. Kita hidup di daerah tropis, dimana ada Dua cuaca yang terkadang tidak menentu. Tentu Sobat tidak ingin memotret saat hujan kan? Sayang tuh kamera, kecuali jika Sobat sudah mempertimbangkan sebuah konsep serta dilengkapi dengan peralatan anti air dan anti badai. Berikut ini adalah 10 tips fotografi yang bisa kalian pertimbangkan untuk mendapatkan hasil foto yang bagus ketika memotret di pantai :


  • Menentukan Focal Point-Beberapa teman fotografer pernah mengutarakan, jika mereka jarang sekali bahkan cenderung tidak pernah membawa kamera ketika mengunjungi pantai, hanya karena mereka beranggapan bahwa semua pantai itu sama, tidak ada yang bisa menarik perhatian. Maaf sebelumnya, tapi itu menurut saya terdengar sangat menyedihkan. Pantai selalu menjadi tempat yang penuh dengan peluang foto menarik bagi Saya, itu karena mata serta point-a-view yang berbeda, cobalah untuk melihat dengan point-a-view yang berbeda, fotografi bukan hanya sekedar memotret apa yang orang lihat, tetapi fotografi adalah tentang menciptakan sebuah foto. Sebuah contoh: Ketika kebanyakan orang datang kepantai dengan memandang serta memotret ke luasnya laut serta langit biru, Saya malah tertarik untuk pergi ke pinggiran pantai dan melihat apa yang ada di dalam frame foto dari sudut tertentu. Salah satu masalah pada fotografi landscape pantai adalah biasanya mereka memotret sebuah pemandangan indah tanpa adanya Point-of-Interest (PoI) dan bisa dipastikan, foto itu akan terkesan membosankan carilah focal point ketika memotret, hal tersebut akan memberikan 'pandangan' bagi penikmat foto Kalian. Pola di atas pasir yang disebabkan oleh ombak, jejak kaki, ombak yang menerpa batu karang, menara suar bisa menjadi pilihan yang bisa digunakan sebagai Focal Point. Alangkah baiknya lagi jika Sobat bisa memasukkan unsur cerita di dalam frame, seperti sepatu yang terdampar di tepian pantai, istana pasir, terkadang foto-foto seperti itu bisa membawa cerita tersendiri bagi liburan pantai kalian Sob.
  • Black and White-Satu teknik fotografi yang sering kita lihat dalam foto pantai akhir-akhir ini (dan juga yang lain) adalah dengan melakukan sedikit sentuhan post produksi dengan mengkonversi foto ke dalam hitam putih. Ada sesuatu tetang foto hitam putih, yang pastinya bisa merubah "mood" dan perasaan ketika memandang foto tersebut. Hal ini bisa menjadi cara yang cukup bagus ketika mengangkat suasana foto pantai yang tumpul atau overcast dengan menanggalkan warna menjadi hitam putih.
  • Filter Polarizer-Salah satu aksesoris lensa DSLR yang paling berguna adalah dengan menambahkan filter polarizer ke kamera digital. Filter ini menyaring cahaya yang terpolarisasi, ini berarti meningkatkan kontras dan mengurangi reflekis yang dihasilkan subyek foto. Subyek yang paling jelas terlihat dampaknya adalah pada langit biru, dimana warna langit akan lebih biru ke hampir gelap. Dampak yang lain adalah pada air laut, dampaknya akan sedikit bervariasi. Untuk lebih jelasnya cobalah untuk bereksperimen menggunakan filter ini, dan kalian pasti akan terkagum-kagum dengan hasil foto tersebut.
  • Filter UV-Filter ini berguna bagi pemilik kamera DSLR ketika memotret di area pantai. Pertama adalah sebagai pelindung lensa, tetapi mereka juga bisa memfilter atau menyaring cahaya sinar ultraviolet. Filter bisa mengurangi efek atmosfir seperti kabut kebiruan, memang dampak visual tidak terlalu terasa tetapi toh filter ini biasanya merupakan bonus ketika kita membeli kamera DSLR baru.
  • Fill Flash-Bayangan pada wajah (sering kali terbentuk karena topi, kacamata, hidung) selalu terjadi ketika memotret orang dalam bentuk portrait di area pantai yang terang. Nyalakan flash dan gunakan ketika memotret pada kondisi ini, dan Sobat akan mendapatkan bayangan menghilang serta subyek sebenarnya terekspose dengan baik. Teknik fotografi ini dirasa penting ketika mengambil gambar di area terang, Sobat akan mendapati sejenis foto silhoute jika tidak memotret tanpa menggunakan flash. Lakukan eksperimen jika kamera didukung dengan pengaturan level atau kekuatan cahaya flash, perlu diingat bahwa power berlebih pada flash akan mengakibatkan subyek terlihat washed-out. Mundurlah beberapa langkah, jika Subyek tampak terlalu terang (over-exposed) dan Sobat tidak bisa menurunkan kekuatan flash, dan gunakan zoom untuk mendapatkan framing yang lebih ketat, teknik ini bisa menurunkan dampak flash bagi foto.
  • Spot Metering-Sobat bisa mengatasi masalah yang terjadi diatas dengan menggunakan Spot Metering, tentu saja jika kamera digital mendukung fitur metering ini. Spot Metering merupakan sebuah fitur yang dimiliki kamera dimana Kita bisa menginstruksikan area foto mana yang bisa terekspose dengan baik. Hal ini akan sangat berguna ketika memotret pada cahaya yang terang dan Sobat juga ingin mendapatkan ekspose di area yang teduh (Area yang lain akan over eksposure) tetapi paling tidak subyek utama akan terekspose dengan baik. Hal ini juga bisa efektif terutama ketika memotret orang, dimana Anda harus menjauhkan wajah dari cahaya matahari langsung, mempertimbangkan bayangan wajah, serta mata silau terkena matahari.
  • Exposure Bracketing-Salah satu tantangan ketika memotret ketika musim kemarau di area pantai adalah cahaya yang terlampau terang dan kamera tidak mau untuk under-expose ketika memotret dengan mode Auto. Mode Manual bisa Sobat gunakan jika kamera digital mendukung fitur ini. Mode manual layak untuk dicoba ketika memotret di pantai dengan cahaya yang terlampau terang. Bereksperimen-lah dengan menggunakan level exposure yang berbeda. Sobat akan mendapatkan hasil terbaik ketika kamera mengekspose foto dan kemudian melakukan over expose sebanyak Satu atau Dua stop, tetapi tentu saja ini sangat tergantung situasi yang ada. Landscape dengan cahaya terlampau terang terkadang cukup rumit, terutama jika Sobat mendapati tempat dengan intensitas cahaya yang jauh berbeda, ada teduh karena bayangan, serta yang cerah.
  • Pentingnya Timing-Pagi dan senja hari bisa memberikan peluang terbaik untuk memotret di daerah pantai. Pantai masih sepi pengunjung pada saat pagi hari dan bagusnya lagi, Sobat akan mendapatkan sudut matahari dengan sinar yang bisa menghasilkan efek bayangan serta warna yang menarik, terutama pada saat sore hari atau senja, dimana langit bisa menampakkan sesuatu yang terkesan hangat dan bewarna keemasan.
  • Perhatikan Horizon-Horizon yang miring merupakan masalah yang sering ditemui ketika memotret di daerah pantai, seperti yang kita ketahui pantai memiliki ruang terbuka luas serta horizon yang tidak terputus. Berilah perhatian lebih terhadap horizon agar tetap lurus pada frame foto, selain itu pertimbangkan juga menempatkan horizon tidak bertempat di tengah-tengah framer, itu akan memberikan kesan foto yang terbagi dua bagian. Lebih jelasya di lain kesempatan Kita akan membahas tentang komposisi dan Rule-of-Third.
  • Datang ke Pantai Ketika Orang Menghindarinya-Timing lain dimana pantai akan terasa lebih indah adalah hari-hari tertentu dimana orang-orang sedang menghindari pantai ketika ada isu tentang cuaca buruk. Badai lautan, awan yang gelap serta mengkhawatirkan dan dramatis serta angin yang menerpa pepohonan dan daun beterbangan akan lebih membuat atmosfer serta suasana lebih menarik untuk dipotret. Tetapi perlu diingat, keselamatan Sobat diatas segalanya, tetap waspada dan berhati-hati.

Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

MENGENAL SLOW SYNC FLASH DAN CARA PEMAKAINNYA

MENGENAL SLOW SYNC FLASH DAN CARA PEMAKAINNYA

MENGENAL SLOW SYNC FLASH DAN CARA PEMAKAINNYA - Salah satu fungsi atau fitur yang akan terasa menyenangkan di eksplorasi adalah Slow Sync Flash, tentu tidak hanya menyenangkan tetapi akan menghasilkan foto yang lebih menarik.

PILIHAN SAAT LOW LIGHT PHOTOGRAPHY
Pada saat memotret subyek pada kondisi rendah cahaya atau low light, pada umumnya Sobat akan memiliki Dua pilihan, yaitu memotret menggunakan flash atau menggunakan shutter speed lambat.


MENGENAL SLOW SYNC FLASH DAN CARA PEMAKAINNYA 
  • Flash
Kamera kalian pada saat digunakan pada mode auto, akan secara otomatis memilih Shutter Speed yang relatif lebih cepat ketika memotret subyek dengan kondisi rendah cahaya (low light) dengan menggunakan flash. Hal ini berarti bahwa subyek kalian akan memiliki pencahayaan yang baik, dan jika subyek tersebut bergerak maka gerakan akan 'freeze' serta hasil yang tajam. Masalahnya adalah kemungkinan subyek foto kalian akan menjadi terlalu terang serta background akan terlihat sangat gelap, mengingat pada saat pemotretan tidak ada cukup waktu bagi kamera untuk mengambil cahaya yang ada di sekitarnya.
  • Slow Shutter Speed
Pilihan yang lain adalah dengan mematikan flash kemuan memotret dengan menggunakan Shutter Speed yang lebih lama guna membiarkan lebih banyak cahaya sekitar masuk ke dalam sensor gambar dan menghasilkan foto yang terekspose dengan baik. Ini bisa jadi merupakan teknik yang efektif, jika sobat memotret Landscape dimana semua elemen di dalam foto adalah diam, tetapi jika subyek foto yang kalian potret bergerak maka tentunya akan menghasilkan foto yang blur, tentunya kalian tidak menginginkannya bukan?

Kedua pilihan diatas merupakan teknik yang bisa kalian lakukan, tetapi tentu keduanya juga memiliki kekurangan. Pilihan yang lain adalah coba pertimbankan menggunakan Slow Sync Flash.

Apa itu Slow Sync Flash ?

Slow Sync Flash merupakan sebuah fungsi yang ada di banyak kamera digital untuk memotret dengan menggunakan Slow Shutter Speed bersamaan dengan Flash. Hal ini berarti Sobat mendapatkan Dua pilihan diatas, dan mendapatkan Dua keuntungannya yaitu gambar subyek utama yang tajam dan juga mendapatkan background serta foreground yang memiliki cahaya sekitar/ruangan (bukan gelap seperti permasalahan ketika menggunakan Flash).

Beberapa kamera memiliki pengaturan Slow Sync Flash secara manual dan mengatur lamanya exposure serta power flash, tetapi pada kebanyakan compact kamera memiliki kendali fitur yang lebih sedikit, dan biasanya mode pemotretan automatis seperti 'Night Mode' atau 'Party Mode' dimana kamera akan memilih kan Shutter Speed lebih lambat serta power flash secara otomatis.

Rear dan Front Curtain Sync
Jika kamera Sobat mendukung pengaturan manual pada fitur Slow Sync Flash, maka kemungkinan besar kalian akan memiliki DUa pilihan, yaitu 'Rear Curtain Sync' dan 'Front Curtain Sync'. Dua mode ini mungkin bagi Sobat akan terdengan terlalu teknis, tetapi konsepnya adalah hanya pada pemilihan KAPAN cahaya flash ditembakkan pada saat Long Exposure.

Rear Curtain Sync - Pengaturan ini akan menginstruksikan pada kamera untuk menembakkan flash di AKHIR exposure, contoh: ketika kalian menekan tombol Shutter, lensa akan terbuka dan mulai mengambil cahaya, dan sebelum lensa menutup flash akan ditembakkan, dan membekukan subyek foto kalian.

Front Curtain Sync - Pengaturan ini akan menginstruksikan pada kamera untuk menembakkan flash di AWAL exposure, contoh: Ketika Sobat menekan tombol Shutter, flash akan ditembakkan langsung dan Shutter akan tetap terbuka guna merekam cahaya yang ada di sekitar subyek.

Sobat mungkin akan berpikir bahwa kedua teknik ini tidak memiliki perbedaan yang signifikan, tetapi ketika kalian memotret subyek gerak maka akan terlihat dampaknya. Sobat mungkin dalam perjalanan di dunia fotografi kalian akan bertemu fotografer sport/action yang menggunakan Rear Curtain Sync ketika memotret dengan menggunakan teknik Panning.

Tripod atau genggaman tangan
Baik ketika menggunakan kedua mode pengaturan Slow Sync tersebut, Sobat tentunya akan bertanya lebih baik menggunakan tripod atau tidak. Memotret dengan Shutter Speed lambat memang idealnya harus menggunakan Tripod untuk mengurangi guncangan kamera. Tangan yang kuat dan stabil pun kemungkinan besar tidak akan bisa menahan kamera dari guncangan pada saat memotret dengan exposure selama 1 atau 2 detik, jadi jika Sobat ingin menghilangkan blur maka kalian memang harus menggunakan Tripod.

Pada beberapa kondisi memegang kamera dengan tangan kosong ketika memotret menggunakan Slow Sync flash bisa menghasilkan foto dengan efek yang menarik. Membekukan gerakan subyek tetapi cahaya yang ada di belakang terasa blur bisa menambahkan mood yang menarik di dalam foto.

Teknik memegang kamera pada saat Slow Sync tentunya tidak selamanya akan berlaku, jadi bereksperimenlah menggunakan dua metode tersebut dengan pengaturan Shutter Speed yang berbeda dan temukan cara mana yang terbaik pada setiap situasi.


MEMAHAMI MODE APPERTURE PIORITY PADA KAMERA DSLR

MEMAHAMI MODE APPERTURE PIORITY PADA KAMERA DSLR

MEMAHAMI MODE APPERTURE PIORITY PADA KAMERA DIGITAL - Dalam menggunakan kamera DSLR maupun kamera mirrorless, atau bahkan kamera saku kelas atas, kita disuguhi beberapa pilihan mode pengoperasian untuk mengontrol exposure. Salah satunya adalah mode Aperture Priority (mode lain : mode program, Mode Shutter Priority dan Mode Auto). Mode aperture priority biasanya disimbolkan dengan huruf A atau Av di tombol kontrol kamera anda. Sebelum melangkah terlalu jauh, penting bagi anda untuk memahami dasar konsep exposure, konsep apperture dan defth of field dan memahami segitiga fotografi.



Dalam mode aperture priority ini, kamera memberi kebebasan bagi kita untuk mengontrol nilai aperture, sementara kamera akan menghitung dan menentukan nilai shutter speed. Nilai ISO bisa kita set dari awal, atau bahkan kita bisa memilih auto iso. Cobalah putar posisi mode di A atau Av, lalu tentukan bahwa anda ingin memotret menggunakan aperture f/4 dan ISO 200. Lakukan metering pada sebuah subyek foto, lalu lihat nilai shutter yang dipilih kamera. Sekarang gantilah nilai aperture ke posisi f/8 lalu ulangi metering pada subyek yang sama, maka shutter speed akan berubah.


Kapan harus menggunakan mode apperture piority ?
Aperture Priority cocok digunakan saat kita benar-benar ingin mengontrol secara penuh bidang tajam atau depth of field sebuah foto. Saat dimana kita ingin menentukam mana area foto yang tajam dan mana yang ingin kita buat blur, maka aperture priority menjadi penting. Pemanfaatan depth of field secara kreatif akan menambah daya tarik foto.

Contohnya adalah saat anda memotret foto landscape seperti dibawah ini. Foto landscape yang baik biasanya memiliki elemen foreground (area yang dekat dengan lensa: deret pasir didepan) yang baik namun juga memiliki elemen background (area foto yang jauh dari lensa: tonggak batu dibelakang) yang kuat. Untuk memastikan agar foreground dan background tertangkap dengan tajam, anda menggunakan bukaan lensa yang kecil (angka aperture besar) misal f/11. Maka anda menggunakan aperture priority dan menyetel posisi aperture kamera di f/11. Dengan ISO yang kita pilih maka kamera akan menghitung nilai shutter speed.


Contoh penggunaan aperture priority lain adalah saat ingin menghasilkan bokeh. Foto bokeh memiliki ciri subyek utama tajam dan background yang kabur. Untuk memaksimalkan bokeh, kita menggunakan bukaan lensa yang besar (nilai aperture kecil), misal f/2.8. Dan kemudian kita lakukan hal yang sama seperti pada kamera seperti pada contoh foto landscape diatas.

Penggunaan lain aperture priority adalah saat memotret panorama maupun foto HDR, dimana foto ini dihasilkan dari beberapa foto terpisah yang dijahit atau di merge. Agar bidang konsisten dari satu foto ke foto lainnya, kita menggunakan aperture priority (agar titik fokus sama, gunakan juga manual fokus) saat mengambil rangkaian foto panorama atau HDR sebelum di jahit atau di merge di Photoshop. Fotografer makro juga menanfaatkan aperture priority untuk mengontrol ruang tajam subyek dan latar belakangnya.


Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

CARA MENGEATAHUI SHUTTER COUNT PADA KAMERA DSLR

CARA MENGEATAHUI SHUTTER COUNT PADA KAMERA DSLR

CARA MENGEATAHUI SHUTTER COUNT PADA KAMERA DSLR - Shutter count adalah jumlah total berapa kali shutter dikamera anda telah di pencet sehingga menghasilkan satu foto. Buat apa kita tahu jumlah shutter count kamera? beberapa keuntungan kita mengetahui shutter count kamera :
 

Kita tahu kira-kira sampai kapan kamera kita masih bisa berkerja dengan baik. Shutter count kamera sama halnya dengan hitungan berapa kilometer mobil/motor anda telah berjalan. Kerja mekanis kamera, seperti barang lainya, juga memiliki keterbatasan usia, sehingga ketika mencapai shutter count tertentu besar kemungkinan mekanisme fungsi kerja kamera akan terganggu (rusak). Sekedar tambahan singkat: saat kita memencet shutter, maka beberapa fungsi mekanis akan bekerja didalam kamera sampai kamera bisa menghasilkan foto. Fungsi mekanis ini tersusun atas beberapa komponen yang cukup ringkih dan tentunya memiliki batasan umur pakai. Standar kamera SLR yang baik adalah mencapai shutter count sekitar 100 ribu, jadi secara total kita bisa menghasilkan 100 ribu foto dari satu kamera SLR tanpa kamera mengalami kerusakan mekanis. Bahkan beberapa kamera kelas atas meng-klaim bisa mencapai 200 ribu shutter count tanpa mengalami kerusakan mekanis.
 

Sangat berguna saat kita akan membeli kamera bekas. Membeli kamera bekas adalah tindakan beresiko (makanya harganya jauh lebih murah), namun dengan mengetahui jumlah shutter count kamera yang akan kita beli, paling tidak kita telah meminimalkan resiko karena kita jadi memiliki ancang-ancang sampai kapankah kamera bekas yang akan dibeli bisa bekerja dengan baik, sehingga saat kita bisa menawar harga kamera bekas dengan lebih teliti.

Cara Mengetahui Shutter Count
Lantas bagaimana kita sebagai pengguna awam bisa mengetahui berapa shutter count kamera kita? Ada beberapa alternatif, saya pilihkan beberapa yang paling gampang.
 

  • Gunakan EXIF viewer online. Gratis, gampang dan mudah. Dengan cara ini, anda tinggal mengupload foto sampel dari kamera yang ingin anda ketahui shutter count-nya, lalu program akan menghitung secara otomatis berapa shutter count kamera anda.
  • klik choose file
CARA MENGEATAHUI SHUTTER COUNT PADA KAMERA DSLR 
  • tunggu sebentar agar program bekerja
  • lalu akan muncul sederetan data EXIF
  • untuk mengetahui shutter count, tarik scroll bar sedikit kebawah, lalu lihat data yang seperti ini :
CARA MENGEATAHUI SHUTTER COUNT PADA KAMERA DSLR 
  • shutter count kamera saya adalah (dalam contoh diatas) : 26464, berarti kamera saya telah dipencet sebanyak -dua puluh enam ribu empat ratus enampuluh empat- kali saat menghasilkan foto ini.
Download program exif viewer. Kita bisa mendownload beberapa program khusus yang memang kegunaannya untuk melihat data EXIF. Beberapa diantaranya:
  • EOS info, program ini sangat akurat untuk mengetahui shutter count kamera SLR Canon (EOS), hanya bekerja di Windows.
  • Opanda exit viewer, program khusus exif viewer untuk Windows
  • Jika menggunakan Mac, anda bisa mendownload iexifer (harga Rp. 30 ribu) lewat Mac App Store atau untuk program gratisan, gunakan simple exif viewer.
Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

Tuesday, January 13, 2015

MENGENAL EXIF DATA

MENGENAL EXIF DATA

MENGENAL EXIF DATA - Pada dasarnya metadata adalah istilah dalam dunia teknologi informasi, yang kurang lebih berarti data yang merekam informasi penting mengenai sebuah file. Sementara EXIF sendiri adalah metadata yang khusus dipakai dalam dunia fotografi digital. EXIF menyimpan banyak informasi detail tentang sebuah file foto digital. EXIF adalah sebuah singkatan yang kepanjanganannya Exchangeable Image Format.

Dengan melihat EXIF data sebuah foto, paling tidak kita bisa mengetahui informasi berikut ini:
  • tanggal dan jam berapa foto dibuat.
  • apa merk dan tipe kamera yang dipakai.
  • apa jenis lensa yang dipakai.
  • berapa focal length-nya.
  • data eksposur, seperti : berapa shutter speed-nya, aperture-nya, berapa ISO-nya.
  • apakah flash dipakai atau tidak.
  • dan kalau anda memakai kamera yang dilengkapi GPS, EXIF juga merekam posisi dimana foto diambil.

Cara melihat data EXIF dari sebuah foto
Kalau anda ingin mengetahui data EXIF sebuah foto, bukalah sebuah foto di komputer anda, lalu :
  • jika anda di Windows Explorer, klik kanan foto anda lalu klik properties.
  • jika anda di Mac (Finder), klik kanan lalu klik more info.
Kenapa harus mengetahui data EXIF foto tersebut
Bisa melihat data EXIF foto yang kita hasilkan memiliki banyak kegunaan, beberapa diantaranya:
  • kita bisa membandingkan dua buah foto yang diambil dengan settingan yang berbeda, kemudian melihat perbedaan hasilnya sehingga kita bisa tahu mana setting yang lebih baik untuk kondisi pemotretan tertentu.
  • kita bisa mengelompokkan foto berdasarkan jenis lensanya, tanggal pemotretannya atau berdasarkan.
  • kita bisa belajar dari karya fotografer lain.

Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

MEMAHAMI TENTANG TOMBOL DEPTH OF FIELD PREVIEW PADA KAMERA DSLR

MEMAHAMI TENTANG TOMBOL DEPTH OF FIELD PREVIEW PADA KAMERA DSLR

MEMAHAMI TENTANG TOMBOL DEPTH OF FIELD PREVIEW PADA KAMERA DSLR - Saat kita memotret dengan menggunakan kamera DSLR dan memiliki lensa dengan bukaan maksimum yang besar, tentu kita ingin menggunakannya di settingan maksimum tersebut. Sayangnya, saat menggunakan bukaan maksimal misalnya f/2.8 atau f/1.8 sehingga kita memiliki depth of field yang sempit, viewfinder tidak bisa memberi kita gambaran bagaimana background yang menjadi blur (bokeh) akan tampak di hasil akhir foto.

Untungnya produsen kamera DSLR memberi fasilitas bernama depth of field preview. Tombol ini biasanya berlokasi dibagian depan kamera dan posisinya disebelah lensa. Di Canon atau Nikon sebagai contoh di Canon EOS 60D dan Nikon D7000, tombol ini lokasinya didepan kamera disebelah mounting lensa. Dalam gambar diatas, lingkaran hijau adalah lokasi tombol depth of field preview di Canon EOS 60D.



Cara menggunakannya adalah, dalam setting aperture lebar (f/1.4, f/1.8, f/2, f/2.8 dll), pencet dan tahan tombol tersebut sambil mata mengintip di viewfinder. Maka tampilan di viewfinder akan mendekati hasil akhir foto nantinya dimana bidang tajam terlihat sementara area diluar bidang tajam menjadi blur. Selamat mencoba !

MEMAHAMI TENTANG EXPOSURE

MEMAHAMI TENTANG EXPOSURE

MEMAHAMI TENTANG EXPOSURE - Seringkali setelah membeli kamera digital baik slr maupun point & shoot, kita terpaku pada mode auto untuk waktu yang cukup lama. Mode auto memang paling mudah dan cepat, namun tidak memberikan kepuasan kreatifitas.

Bagi yang ingin “lulus dan naik kelas” dari mode auto serta ingin meyalurkan jiwa kreatif kedalam foto-foto yang dihasilkan, ada baiknya kita pahami konsep eksposur. Fotografer yang bernama, Bryan Peterson, telah menulis sebuah buku berjudul Understanding Exposure yang didalamnya diterangkan konsep eskposur secara mudah.



Peterson member ilustrasi tentang tiga elemen yang harus diketahui untuk memahami eksposur, dia menamai hubungan ketiganya sebagai sebuah Segitiga Fotografi. Setiap elemen dalam segitiga fotografi ini berhubungan dengan cahaya, bagaimana cahaya masuk dan berinteraksi dengan kamera.

Tiga elemen tersebut adalah

  1. ISO-ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya. 
  2. Aperture-seberapa besar lensa terbuka saat foto diambil.
  3. Shutter Speed-rentang waktu “jendela” didepan sensor kamera terbuka.
Interaksi ketiga elemen inilah yang disebut exposure. Perubahan dalam salah satu elemen akan mengakibatkan perubahan dalam elemen lainnya.

Perumpamaan segitiga exposure
Mungkin jalan yang paling mudah dalam memahami eksposur adalah dengan memberikan sebuah perumpamaan. Dalam hal ini saya menyukai perumpamaan segitiga eksposur seperti halnya sebuah keran air.

  • Shutter speed bagi saya adalah berapa lama kita membuka keran.
  • Aperture adalah seberapa lebar kita membuka keran.
  • ISO adalah kuatnya dorongan air dari PDAM.
  • Sementara air yang mengalir melalui keran tersebut adalah cahaya yang diterima sensor kamera.
Tentu bukan perumpamaan yang sempurna, tapi paling tidak kita mendapat ide dasarnya. sebagaimana anda lihat, kalau exposure adalah jumlah air yang keluar dari keran, berarti kita bisa mengubah nilai exposure dengan mengubah salah satu atau kombinasi ketiga elemen penyusunnya. Anda mengubah shutter speed, berarti mengubah berapa lama keran air terbuka. Mengubah Aperture berarti mengubah seberapa besar debit airnya, sementara mengubah seberapa kuat dorongan air dari sumbernya.

 Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

CARA MENYIMPAN LENSA DAN KAMERA DENGAN AMAN

CARA MENYIMPAN LENSA DAN KAMERA DENGAN AMAN

CARA MENYIMPAN LENSA DAN KAMERA DENGAN AMAN­-Kita hidup didaerah tropis, yang artinya kelembapan cukup tinggi tepatnya diatas 70%, belum lagi pada saat musim hujan angka itu akan naik. Menyimpan kamera dan lensa dalam waktu lama saat tidak dipakai membutuhkan strategi dan penyimpanan khusus untuk memerangi kelembapan.

Kelembapan yang tinggi dan terus-menerus bisa merusak komponen elektronis serta sensor kamera, sementara jamur bisa tumbuh dan berkembang di optik lensa. Sekali jamur tumbuh, kualitas optik bisa terpengaruh dan kita harus repot membersihkannya. Kalau jamurnya nempel di permukaan luar sih masig gampang, kalau tumbuhnya didalam elemen lensa dibagian dalam kita akan sangat kerepotan, biaya membersihkan lensa berkisar antara Rp 250 ribu sampai Rp. 750 ribu, tergantung kesulitan dan tempat servisnya.



Kamera dan lensa memiliki komponen mekanis yang perlu bergerak dengan lancar, tahukah anda didalam lensa atau kamera juga dikasih oli supaya gerakan mekanis lancar dan tidak seret ? Nah kalau anda menempatkan kamera dan lensa di area yang sangat kering atau kelembapan terlalu rendah maka ini beresiko fungsi mekanis bisa seret dan terganggu.

Angka kelembapan ideal pada lensa kamera DSLR
Angka sekitar 40 – 50 % RH (relative humidity, kelembapan relatif) adalah ideal bagi kamera dan lensa menurut berbagai artikel. Aturan paling aman adalah cek di manual lensa dan kamera anda, cari kata-kata ideal operating range, lalu cek rentang kelembapan yang disarankan. Nah untuk penyimpanan jangka panjang, bagi angka tadi dengan angka dua. Sebagai contoh, angka operating humidity ideal untuk Canon 5D Mark II adalah 85% atau lebih rendah. Maka penyimpanan ideal adalah sekitar 35 sampai 45%.

Cara menyimpan lensa dan kamera dengan baik
Berikut beberapa cara menyimpan lensa dan kamera dengan baik dan untuk menjaga dengan optimal kondisi lensa dan kamera tersebut :




Belilah Dry Cabinet atau Dry Box Khusus
dry cabinet adalah lemari khusus yang dirancang untuk menyimpan barang-barang elektronis sepperti foto diatas. Anda bisa membelinya di toko kamera atau toko alat rumah tangga yang besar. Tergantung spesifikasi, kita bisa menyetel angka kelembapan dalam ruang penyimpanan sesuai yang diinginkan. Harga dry cabinet termurah adalah sekitar Rp. 1 Juta.


Silica Gel dan Kotak Kedap Udara
Untuk alternatif murah anda bisa menggunakan kotak kedap udara yang biasa dipakai untuk menyimpan dan menaruh beberapa saset (kantong) silica gel. Anda juga bisa membeli silica gel khusus yang dilengkapi indikator warna untuk mengetahui kandungan air dalam gel seperti dalam foto dibawah. Saat silica gel didalam kotak sudah jenuh dengan air, anda bisa mencolokkannya ke listrik untuk mengeringkan kembali. Harga kotak silica gel ini dibawah Rp 200 ribu.

Saya sarankan tidak membeli kotak penyimpanan kamera yang dilengkapi elemen pemanas, resiko elemen menjadi terlalu panas cukup besar. Saat pemanas menjadi terlalu panas, sensor didalam kamera bisa terkena getahnya.






MEMAHAMI TENTANG WHITE BALANCE

MEMAHAMI TENTANG WHITE BALANCE

MEMAHAMI TENTANG WHITE BALANCE - White balance adalah aspek penting dalam dunia fotografi dan berpengaruh pada hasil akhir foto. Alasan kenapa kita perlu memahami white balance adalah karena kita ingin warna foto kita seakurat mungkin. Jadi, white balance berpengaruh terhadap warna foto.

Alasan kenapa kamera memerlukan setting white balance adalah karena kita memotret dalam kondisi pencahayaan yang berubah-rubah. Mata telanjang kita adalah alat yang super canggih dan mampu beradaptasi (menyeimbangkan) terhadap perubahan warna cahaya, jadi kertas putih dimanapun akan tampak putih bagi kita. Namun kamera tidaklah secanggih mata, karena itu kertas putih belum tentu terlihat putih bagi kamera dalam warna pencahayaan yang berbeda.



Jadi tujuan setting white balance adalah memerintahkan kamera agar mengenali temperatur sumber cahaya yang ada. Supaya yang putih terlihat putih, merah terlihat merah dan hijau terlihat hijau, atau dengan kata lain agar kamera merekam warna obyek secara akurat dalam kondisi pencahaayan apapun.

Cara setting white balance secara manual
Beberapa kamera, terutama SLR dan PROSUMMER, menyediakan fasilitas setting white balance manual. Setting manual adalah cara paling akurat jika kita bingung dengan temperatur warna sumber cahaya kita. Ini biasanya terjadi dalam pemotretan dengan sumber pencahayaan yang lebih kompleks (lebih dari satu jenis temperatur warna).

Kita bisa memanfaatkan kertas putih untuk tujuan ini. Ulasan kami ini membahas lebih detail cara setting manual white balance menggunakan kertas atau tembok putih.

White balance preset
Anda juga bsa menggunakan preset di kamera anda kalau ada.
  • Auto-kamera akan menebak temperatur warna berdasar program yang ditanam dari sananya oleh pembuat kamera. Anda bisa menggunakannya pada kebanyakan situasi, namun tidak disetiap situasi (misal : memotret saat sunset/sunrise)
  • Tungsten- disimbolkan dengan ikon bohlam. Karena itu cocok digunakan saat anda memotret di ruangan dengan sumber cahaya bohlam.
  • Fluorescent-disimbolkan dengan ikon lampu neon, gunakan saat memotret di ruangan dengan pencahayaan lampu neon.
  • Daylight-biasanya dengan simbol matahari, gunakan saat berada di bawah sinar matahari.
  • Cloudy-disimbolkan dengan awan, gunakan saat memotret di cuaca mendung
  • Flash-simbolnya kilat, jika anda menggunakan lampu flash (strobe) gunakan preset ini.
  • Shade- biasanya simbolnya rumah atau pohon, gunakan saat memotret dalam rumah (siang hari) atau anda berada di daerah bayanga- bukan sinar matahri langsung.

Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

MEMAHAMI TENTANG STOP DAN SEGITIGA EXPOSURE DALAM FOTOGRAFI

MEMAHAMI TENTANG STOP DAN SEGITIGA EXPOSURE DALAM FOTOGRAFI

MEMAHAMI TENTANG STOP DAN SEGITIGA EXPOSURE DALAM FOTOGRAFI - Stop dalam fotografi kurang lebih memiliki arti mengubah jumlah cahaya yang diterima sensor/film sehingga mempengaruhi exposure foto. Tambah satu stop berarti lebih terang 2 kali, tambah 2 stop berarti lebih terang 4 kali. Kurangi satu stop berarti lebih gelap setengah kali. Satu stop berarti mengubah jumlah cahaya sebanyak kelipatan 2. Sebagaimana anda ketahui, jumlah cahaya yang diterima sensor kita namai exposure. Dan naik satu stop berarti meningkatkan exposure sebanyak 2 kali. Aksi menaikkan atau mengurangi exposure bisa dilakukan dengan mengubah salah satu atau gabungan tiga elemen yang menyusun segitiga exposure, shutter speed, aperture dan ISO.



Dalam fotografi, kata “STOP” sering sekali kita dengar dan baca. Bukan, bukan stop yang itu, bukan stop yang artinya berhenti. Stop disini adalah istilah dalam fotografi. Contoh penggunaanya mungkin seperti ini : “Karena fotonya terlihat over, saya turunkan satu stop”, nah seperti itu.

Stop dan Shutter Speed
shutter speed mengukur berapa lama sensor menerima cahaya. Semakin lama shutter speed berarti semakin banyak cahaya yang diterima sensor yang artinya menaikkan exposure. Dalam shutter speed, satu stop penuh mudah diingat karena merupakan hasil pembagian bilangan dua (dengan pembulatan) : 1, 1/2, 1/4, 1/8, 1/15, 1/30, 1/60, 1/125, 1/250, 1/500, 1/1000, dst. Pindah satu stop berarti lompat sekali, misal dari 1/30 ke 1/125. Pindah 2 stop berarti lompat dua kali. Bingung dengan shutter speed.

Stop dan ISO
Juga mudah dalam ISO, tinggal kali 2 berarti anda naik satu stop. ISO 100 ke ISO 200 berati satu stop, 200 ke 400 dan seterusnya. Kalau ditanya ada berapa stop dari ISO 100 ke 1600 ? nah pintar, ada 4 stop.

Stop dan Aperture
Agak lebih susah dalam aperture karena bilangannya meloncat-loncat : f/1, f/1.4, f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, f/16 dst.

Hubungan Stop Dengan Ketiganya
Katakanlah anda menggunakan setting awal kamera seperti ini : 1/125, f/8 dan ISO 100. Karena hasil fotonya under exposure (gelap) anda naik satu stop yang artinya bisa tiga hal : 1/60, f/8, ISO 100 (hanya shutter yang berubah). Atau 1/125, f/5.6 ISO 100 (hanya aperture yang berubah). Atau 1/125, f/8 ISO 200 (hanya ISO yang berubah). Semua perubahan bernilai satu stop.


Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

Sunday, January 11, 2015

CARA MENGGANTI LENSA KAMERA DSLR DENGAN BENAR DAN AMAN

CARA MENGGANTI LENSA KAMERA DSLR DENGAN BENAR DAN AMAN

CARA MENGGANTI LENSA KAMERA DSLR DENGAN BENAR DAN AMAN - Salah satu kelebihan utama kamera DSLR (maupun mirrorless) dibandingkan kamera saku adalah karena di kamera DSLR kita bisa gonta-ganti lensa yang sesuai dengan mounting kamera(interchangeable). Hanya dengan satu kamera dan jika kita cukup beruntung mampu membeli beragam lensa (atau setidaknya pinjam lensa teman), kita memperoleh kebebasan berkreasi yang luar biasa dengan mengganti-ganti lensa sesuai keperluan.

Namun begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama proses penggantian lensa, terutama jika anda melakukannya di luar ruangan (outdoor). Mengganti lensa di luar ruangan memiliki resiko debu dan kotoran bisa masuk ke kamera dan menempel di sensor, sehingga membuat hasil akhir foto tampak “ternoda” seperti terlihat di contoh foto diatas. Selain itu, ketidakcermatan bisa mengakibatkan lensa yang sudah susah payah dibeli beresiko jatuh dan rusak.

CARA MENGGANTI LENSA KAMERA DSLR DENGAN BENAR DAN AMAN 
Tips cara mengganti lensa kamera DSLR dengan benar
  • Kalungkan tali kamera di leher, kemudian posisikan kamera agar menggantung dan menghadap ke bawah
  • Pasang tutup depan (front cap) lensa yang akan diganti
  • Sambil menekan tombol kuncian pada lensa (biasanya disamping kiri lensa), putar lensa yang akan diganti berlawanan dengan arah jarum jam
  • Putar sampai lensa kendor, namun jangan sampai benar-benar dilepas dari kamera
  • Ambil lensa baru yang akan dipasang. Lepas tutup lensa dibelakang (end cap) dan letakkan ditempat yang mudah dijangkau sementara pegang lensa-nya dengan satu tangan.
  • Sekarang lepas lensa lama dengan tangan yang lain (biarkan kamera menggantung dan tetap menghadap kebawah)
  • Sekarang pasang lensa baru dengan cepat (perhatikan titik putih dilensa, sejajarkan posisi titik putih ini dengan titik putih di kamera) lalu putar hingga terkunci
  • Ambil tutup belakang (end cap) lensa lama dan pasangkan di lensa yang baru
  • Taruh lensa lama di tas kamera.
Usahakan setelah penggantian lensa usahakan anda mengaktifkan fitur sensor cleaning di kamera sehingga mengurangi resiko foto anda terdapat bercak debu.

Dan hindari juga mengganti lensa saat angin kencang, apalagi saat memotret di pantai !

Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

PERBEDAAN KAMERA SLR/DSLR DAN POKET

PERBEDAAN KAMERA SLR/DSLR DAN POKET

PERBEDAAN KAMERA SLR/DSLR DAN POKET - DSLR dan SLR adalah kamera yang hanya berbeda pada sistem kerjanya. Kamera SLR (single-lens reflex) atau Kamera refleks lensa-tunggal adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya.

Kamera SLR menggunakan pentaprisma yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke lempengan film. Cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas oleh kaca cermin pantul dan mengenai pentaprisma. Pentaprisma kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai jendela bidik. Saat tombol dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya sehingga cahaya dapat langsung mengenai film. Pada SLR media penyimpan data gambar disimpan pada film 35MM (analog) tidak diperlukan proses digitalisasi, kompresi data sehingga gambar bisa langsung dilihat hasilnya pada film tersebut. Bila ingin memproses foto lebih lanjut gulungan film inilah yang dibawa ke laboratorium cuci cetak foto.

Kamera DSLR adalah kamera digital yang menggunakan mechanical mirror system dan pentaprisma unuk mengarahkan cahaya dari lensa menuju optical viewfinder yang berada pada kamera). DSLR (Digital Single Lens Reflex) bekerja dengan sistem digital penuh sejak saat capture obyek foto oleh Image Sensor hingga penulisan pada memory card. Karena itu pada DSLR terdapat lebih banyak tombol dibanding SLR seperti pilihan ISO, White Balance, Preset Scenes, Resolusi dan lainnya, dan yang paling membedakan adalah tersedianya memory slot yang terkadang lebih dari 1.

Kamera SLR/DSLR biasanya dipakai oleh para fotographer professional.
Kamera SLR/DSLR harganya lebih mahal dibandingkan dengan harga kamera saku/poket

Kamera Saku/Poket
Kamera saku adalah kamera yang berukuran kecil yang bisa dibawa kemana saja dengan ukuran kecil yang bisa masuk ke dalam kantong saku. Kamera saku sekarang sudah banyak yang berjenis digital.

Kamera poket, apa yang kamu lihat hasilnya belum tentu sama dengan aslinya.

Pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film, karena kamera jenis ini menggunakan jajaran lensa ganda, 1 untuk melewatkan berkas cahaya ke Viewfinder, dan jajaran lensa yang lain untuk melewatkan berkas cahaya ke Focal Plane.


Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

CARA UPDATE FIRMWARE PADA KAMERA DSLR

CARA UPDATE FIRMWARE PADA KAMERA DSLR

CARA UPDATE FIRMWARE PADA KAMERA DSLR - Saat Microsoft mengeluarkan versi terbaru Windows atau Apple, dan Apple mengeluarkan update Mac OS X, anda akan tergoda mengupgrade ke software terbaru karena fitur-fitur baru dan perbaikan yang ditawarkan. Nah, kalau begitu anda juga perlu tahu bahwa produsen kamera (Nikon, Canon, Olympus dll) juga sesekali mengeluarkan update software.

Kamera digital memiliki prosesor layaknya komputer, dan kamera digital juga dijalankan dengan software seperti komputer. Software yang digunakan untuk mengendalikan kamera secara umum disebut firmware.

Firmware terbaru biasanya dikeluarkan oleh produsen kamera untuk mengatasi beberapa bug (bahasa orang komputer yang kurang lebih artinya kesalahan pemrograman) dan juga menambah beberapa fitur-fitur baru yang dirasanya penting. Contoh bug yang biasanya muncul dikamera misalnya autofokus yang lelet, white balance tidak akurat dan lain-lain.

Jangan takut dulu, ayo kita ikuti langkah langkah berikut ini :
  1. Pertama yang harus anda lakukan adalah mememeriksa versi firmware yang ada di kamera anda sekarang. Di Nikon dan Canon anda bisa mengecek versi firmware kamera dengan memencet tombol Menu - Setup -Firmware Version. Catat versi firmware di kamera anda yang tertulis disana, misal tertulis “Version 1.0.1″, catatlah dikertas supaya tidak lupa.
  2. Kedua anda harus memeriksa apakah ada upgrade firmware terbaru yang dirilis oleh produsen kamera untuk kamera anda. Selain itu anda juga bisa melakukan pencarian dengan Google. Misal kamera anda Canon 50D, maka cukup anda ketik “Canon 1000D” + fimrware update, atau jika kamera anda Nikon D700, ketik “Nikon 700″ + Firmware Update. Google akan memberi anda link untuk mendownload secara langsung, biasanya dari situs produsen kamera.
  3. Setelah anda sampai di situs yang menyediakan download secara langsung, silahkan langsung saja download. Biasanya produsen kamera juga menyertakan instruksi singkat dan jelas bagaimana langkah-langkah mengupgrade firmware secara spesifik untuk merk kamera anda.
  4. Saya mendownload firmware baru, sekaligus instruksi cara upgrade yang telah disediakan.
  5. Saat file telah terdownload ke komputer, periksa file yang tersedia lalu colokkan kamera dan ke USB di komputer menggunakan kabel yang disediakan saat anda membeli komputer dulu. Selanjutnya ikuti instruksi yang sudah disediakan oleh produsen kamera. Jangan khawatir, bisanya instruksinya cukup jelas dan disertai ilustrasi gambar, jadi anda tidak perlu bingung.
Ulasan-ulasan di atas mudah-mudahan bisa terpakai dan di pahami dan terus di dehh coba oleh anda.

Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY

CARA MENYETING SETTINGAN BRACKETING PADA KAMERA DSLR

CARA MENYETING SETTINGAN BRACKETING PADA KAMERA DSLR

CARA MENYETING SETTINGAN BRACKETING PADA KAMERA DSLR - Bracketing atau juga di sebut Auto Exposure. Bracketing adalah teknik pemotretan untuk mengantisipasi situasi pencahayaan yang cukup rumit. Secara teknis kamera akan mengambil eksposure yang pas menurut dia dan mengambil beberapa eksposure tambahan yang over-exposed (lebih terang) dan under-exposed (lebih gelap). Dengan mengambil beberapa eksposure sekaligus, maka kemungkinan kita memperoleh foto yang pas eksposure-nya makin besar.

Jika kita sedang memotret peristiwa penting (wedding misalnya) dalam kondisi pencahayaan yang rumit, gunakan bracketing untuk mengurangi resiko kita kehilangan foto penting dengan eksposure yang pas. Begitu juga saat akan memotret HDR, gunakan bracketing untuk menghasilkan foto dengan obyek sama namun memiliki eksposure yang berbeda-beda, sehingga nantinya bisa dikombinasi untuk menghasilkan foto HDR.

Dengan kamera DSLR, kita bisa menentukan seberapa jauh variasi eksposure mulai dari 1/3 stop sampai per-2 stop, serta berapa jumlah total foto dalam sekali bracketing (dari 3 foto sampai 6 foto), tergantung masing-masing kamera. Payahnya adalah setiap produsen kamera memiliki cara tersendiri, jadi disini kita akan ambil dua merk utama yaitu canon dan nikon, pemilik merk yang lain atau berbeda mohon cek ke manual masing-masing.

Cara setting Bracketing di kamera Nikon

CARA MENYETING SETTINGAN BRACKETING PADA KAMERA DSLRCARA MENYETING SETTINGAN BRACKETING PADA KAMERA DSLR
Kalau anda menggunakan Nikon D3, D4, D3S, D7000 dan sejenis, langkahnya adalah

1. Cari tombol bracketing (BKT) disamping kiri diatas lensa (lihat foto).
2. Kalau sudah ketemu tombolnya, sekarang sambil memencet tombol BKT, putar command dial (roda putar di bagian belakang atas sebelah kanan kamera) sampai layar atas menunjukkan 3 F (berarti 3 eksposure – atau 3 foto sekali bracketing).
3. Jika anda menggunakan mode pemotretan Single Frame, anda harus memencet tombol shutter 3 kali untuk setiap eksposure. Jika anda dalam mode Continous, caranya adalah tekan lalu tahan tombol shutter maka kamera akan mengambil 3 eksposure sekaligus.
Untuk Nikon lainnya (D300, D300S, D700), carilah tombol Fn dibagian bawah sebelah kanan lensa, putar main command dial belakang untuk menentukan jumlah frame dan command dial depan untuk menentukan rentang eksposure.


Cara Setting Bracketing di kamera Canon

Disini saya ambil contoh untuk kamera Canon EOS 60D/50D/7D:
  1. Masuk ke menu, lalu ada gambar seperti kamera di atasnya pilihnya yang ke dua, lihat entry pertama, Expo. Comp./AEB. 
  2. Pilih menu tersebut. 
  3. Putar main dial (roda putar dibagian kanan atas) untuk memilih rentang bracketing. 
  4. Tekan tombol SET. 
Sumber : MD PHOTO DAN TEKHNOLOGY
 
Copyright © 2014 Banjar Art Photography
Design by FBTemplates | BTT